APLIKASI BERBAGAI KOHE DAN MULSA ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.)

Authors

  • restu nur cahyanto Universitas Pat Petulai Author
  • Eko Fransisko, S.P., M.Si Author
  • Mardia Apriansi, M.Si Author

DOI:

https://doi.org/10.65412/qqgay454

Keywords:

Kacang Tanah, Kohe, Mulsa

Abstract

Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan salah satu tanaman pangan yang berpotensi sebagai sumber karbohidrat alternatif selain padi dan umbi-umbian. Selain itu, kacang tanah mengandung protein dan lemak dalam jumlah cukup tinggi, sehingga memiliki nilai ekonomi yang penting dan banyak dimanfaatkan dalam industri makanan serta pakan ternak. Namun demikian, tingkat produksi kacang tanah di Indonesia masih tergolong rendah dan belum mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, sehingga sebagian kebutuhan nasional masih harus dipenuhi melalui impor. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu (2016), volume produksi kacang tanah secara nasional pada tahun 2016 tercatat sebesar 570.477 ton per hektar, mengalami penurunan pada tahun 2017 menjadi 495.477 ton per hektar, dan mengalami sedikit peningkatan pada tahun 2018 menjadi 512.198 ton per hektar. Data ini menunjukkan adanya fluktuasi produksi. Di Kabupaten Rejang Lebong, produksi kacang tanah pada tahun 2016 hanya mencapai 19,66 ton per hektar. Kondisi ini menunjukkan perlunya upaya optimalisasi produksi kacang tanah untuk meningkatkan ketersediaan pangan lokal dan mengurangi ketergantungan terhadap impor. Salah satu cara untuk meningkatkan hasil kacang tanah adalah dengan memperbaiki sistem budidaya, menggunakan pupuk secara tepat, dan memilih varietas unggul. Selain itu, pemakaian pupuk organik seperti kohe (kotoran hewan) dan mulsa anorganik dapat menjaga kelembaban tanah, mengurangi gulma, dan membantu tanaman menyerap hara lebih baik.

                 Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian pupuk kohe dan mulsa anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah. Penelitian dilakukan pada Maret–Juni 2025 di Desa Kayu Manis, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong, pada ketinggian 600–700 mdpl. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial 4 × 4 dengan dua faktor: jenis kohe (tanpa pupuk, kohe sapi, kohe ayam, kohe kambing) dan jenis mulsa (tanpa mulsa, plastik perak, plastik hitam, plastik transparan). Ada 16 kombinasi perlakuan, diulang 3 kali, dengan total 480 tanaman sebagai sampel.            Hasil analisis ANOVA menunjukkan bahwa pemberian pupuk kohe berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman (157,19*). Perlakuan mulsa memberikan pengaruh nyata terhadap seluruh variabel, yaitu tinggi tanaman (215,14*), berat basah tanaman (183,32*), berat polong basah (136,19*), berat polong kering (178,89*), dan jumlah polong (136,82*). Interaksi antara kohe dan mulsa juga berpengaruh nyata terhadap berat polong basah (2,94*) dan berat polong kering (2,56*). Perlakuan terbaik diperoleh dari pupuk kohe kambing dengan tinggi tanaman (45,83 cm), dan mulsa plastik perak yang menghasilkan berat basah tanaman (2.270 g), berat polong basah (451,6 g), berat polong kering (325,83 g), dan jumlah polong (170 buah). Kombinasi kohe kambing dan mulsa perak memberikan hasil paling optimal karena tanah menjadi lebih lembap dan subur, mendukung pertumbuhan serta sebagian peningkatan hasil tanaman kacang tanah.

Downloads

Published

2026-04-01

Issue

Section

Articles

How to Cite

APLIKASI BERBAGAI KOHE DAN MULSA ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.). (2026). AGROKOPIS : Jurnal Pertanian, 3(1). https://doi.org/10.65412/qqgay454